<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Rakha_sayidaqila</title>
	<atom:link href="http://rakha06.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://rakha06.wordpress.com</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Sun, 01 May 2011 08:40:33 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='rakha06.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Rakha_sayidaqila</title>
		<link>http://rakha06.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://rakha06.wordpress.com/osd.xml" title="Rakha_sayidaqila" />
	<atom:link rel='hub' href='http://rakha06.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Apa sih Linux ??</title>
		<link>http://rakha06.wordpress.com/2008/04/14/apa-sih-linux/</link>
		<comments>http://rakha06.wordpress.com/2008/04/14/apa-sih-linux/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 14 Apr 2008 07:59:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>bug02b</dc:creator>
				<category><![CDATA[Informatika]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rakha06.wordpress.com/?p=19</guid>
		<description><![CDATA[Apa sih Linux itu? Linux adalah Operating System seperti UNIX, yang merupakan implementasi independen dari POSIX, meliputi true-multitasking, virtual memory, shared libraries, demand-loading, proper memory management, dan multiuser. Linux seperti layaknya UNIX, mendukung banyak software mulai dari TEX, X Window, GNU C/C++ sampai ke TCP/IP. Linux adalah sistem operasi yang disebarkan secara luas dengan gratis [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rakha06.wordpress.com&amp;blog=2488233&amp;post=19&amp;subd=rakha06&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<blockquote><p><span class="postbody"><span style="font-weight:bold;">Apa sih Linux itu? </span></p>
<p>Linux adalah Operating System seperti UNIX, yang merupakan implementasi independen dari POSIX, meliputi true-multitasking, virtual memory, shared libraries, demand-loading, proper memory management, dan multiuser.<br />
Linux seperti layaknya UNIX, mendukung banyak software mulai dari TEX, X Window, GNU C/C++ sampai ke TCP/IP.</span><span id="more-19"></span><br />
<span class="postbody"><br />
Linux adalah sistem operasi yang disebarkan secara luas dengan gratis di bawah lisensi GNU General Public License (GPL), yang berarti juga source code Linux tersedia. Itulah yang membuat Linux sangat spesial.</p>
<p>Linux masih dikembangkan oleh kelompok-kelompok tanpa dibayar, yang banyak dijumpai di Internet, tukar-menukar kode, melaporkan bug, dan membenahi segala masalah yang ada. Setiap orang yang tertarik dipersilahkan untuk bergabung dalam pengembangan Linux.</p>
<p>Linux pertama kali dibuat oleh <span style="font-style:italic;">Linus Torvalds</span> di Universitas Helsinki, Finlandia. Kemudian Linux dikembangkan lagi dengan bantuan dari banyak programmer dan jagoan UNIX di Internet. Sekarang Linux bisa diperoleh dari distribusi-distribusi yang umum digunakan, misalnya <span style="font-weight:bold;">RedHat</span>, <span style="font-weight:bold;">Debian</span>, <span style="font-weight:bold;">Slackware</span>, <span style="font-weight:bold;">Caldera</span>, <span style="font-weight:bold;">Stampede Linux</span>, <span style="font-weight:bold;">TurboLinux</span> dan lain-lain. Kernel yang digunakan adalah sama-sama Linux, sedangkan perbedaannya hanyalah paket-paket aplikasi yang disertakan, sistem penyusunan direktori, init style, dll.</p>
<p>Mana yang lebih baik? Semua sama baiknya, tergantung selera. Jika diperdebatkan kelebihan dan kekurangan masing-masing, tidak akan pernah ada habisnya.</p>
<p>Linux dulunya adalah proyek hobi yang dikerjakan oleh Linus Torvalds yang memperoleh inspirasi dari Minix. Minix adalah sistem UNIX kecil yang dikembangkan oleh Andy Tanenbaum. Linux versi 0.01 dikerjakan sekitar bulan Agustus 1991. Kemudian pada bulan Oktober 1991 tanggal 5, Linus mengumumkan versi resmi Linux, yaitu 0.02 yang hanya dapat menjalankan bash (GNU Bourne Again Shell) dan gcc (GNU C Compiler).</p>
<p>Sekarang Linux adalah sistem UNIX yang lengkap, bisa digunakan untuk jaringan (networking), pengembangan software, dan bahkan untuk sehari-hari. Linux sekarang merupakan alternatif OS yang jauh lebih murah jika dibandingkan dengan OS komersial, dengan kemampuan Linux yang setara bahkan lebih.</p>
<p><span style="font-weight:bold;">Mengapa pakai Linux? </span></p>
<p><span style="font-weight:bold;font-style:italic;"> Lisensi</span><br />
Linux, sering juga disebut GNU/Linux, adalah operating sistem yang kompatible dengan Unix, berisi kernel Linux itu sendiri dan sekumpulan lengkap alat-alat dan program-program lain, yang kebanyakan di bawah naungan proyek GNU dari Free Software Foundation. Tampilan grafis atau Graphical User Interface (GUI) disediakan oleh X Window System beserta kumpulan libraries dan alat-alatnya.</p>
<p>Semua software ini bisa didapat gratis berdasarkan lisensi GNU General Public License atau lisensi-lisensi lain yang mirip dengan itu. Berdasarkan lisensi ini, siapa pun bisa mendapatkan program baik dalam bentuk source code (bisa dibaca manusia) mau pun binary (bisa dibaca mesin), sehingga program tersebut dapat diubah, diadaptasi, mau pun dikembangkan lebih lanjut oleh siapa saja.</p>
<p>Karena banyak sekali program-program maupun komponen software (biasanya tergabung dalam &#8220;paket&#8221;) yang membentuk sebuah sistem Linux yang lengkap, dan kesemuanya itu diurus oleh banyak orang dan organisasi dalam jadwal yang berbeda-beda, maka beberapa perusahaan dan organisasi mengumpulkan paket-paket tersebut menjadi satu distribusi (distro). Tapi tidak itu saja, mereka juga melakukan tes-tes terhadap software di dalamnya, mengembangkan program-program instalasi atau yang memudahkan instalasi, sebagian ada yang memberikan technical support, dan sebagainya. Ada distribusi komersial seperti Red Hat, Caldera, SuSE, dan ada juga distribusi yang non-komersial seperti Debian GNU/Linux. Baik distribusi komersial mau pun non-komersial tersedia tanpa dipungut biaya di internet, dan juga di media seperti CD-ROM (anda bayar ongkos media plus ongkos kirim tentunya). Perbedaan mendasar antara komersial dan non-komersial adalah bahwa produk komersial didukung oleh perusahaan yang menyediakan technical support, dan mungkin juga menyediakan beberapa software komersial lain yang tidak bisa didistribusikan secara gratis. Hal ini tentunya penting di lingkungan bisnis tertentu.</p>
<p><span style="font-weight:bold;font-style:italic;"> Sejarah</span><br />
Walaupun Linux bukanlah sistem Unix yang resmi, Linux mempunyai dasar warisan, budaya, arsitektur dan pengalaman operating sistem Unix selama 28 tahun lebih. Sejak munculnya Linux source code (tahun 1991) kernel Linux telah diteliti (review) dan disempurnakan oleh (minimal) puluhan ribu programmer di seluruh dunia. Sebagian besar program-program GNU dan X Window System telah ada lebih lama dari Linux dan telah diteliti lebih seksama.</p>
<p>Source code dari operating system saingan, seperti Windows 95 dan Windows NT, tidak tersedia untuk umum, sehingga tidak bisa diteliti oleh khalayak ramai. Desain dari sistem yang demikian tidak menikmati perkembangan sejarah dari sistem-sistem Unix.</p>
<p><span style="font-weight:bold;font-style:italic;"> Pengguna Linux </span><br />
Linux diperkirakan mempunyai kurang lebih 7.500.000 pengguna, dan angka itu bertambah terus setiap harinya dengan sangat pesat.<br />
Interaksi dengan OS lain</p>
<p>Linux bisa berinteraksi dengan operating sistem lain melalui tiga cara: kompatibilitas file dan filesystem, kompatibilitas network, dan emulasi (simulasi) operating sistem.</p>
<p>Linux bisa menggunakan file-file dari operating sistem lain, dalam artian bisa membaca dan menulis format file tersebut. Sehingga (hard)disk maupun disket-disket dari OS/2, NT, DOS/Windows, Apple Macintosh, Unix, dan sistem-sistem lain, bisa dibaca (dalam banyak hal juga ditulis) dengan mudah oleh Linux. Hampir semua format file standar industri didukung oleh aplikasi-aplikasi Linux, kecuali beberapa format yang spesifik vendor atau produk.</p>
<p>Di tingkat networking, Linux bisa bekerja sama dengan baik sekali dengan operating sistem lainnya. Linux mempunyai dukungan TCP/IP yang sangat bagus, dan juga mempunyai dukungan SMB untuk Microsoft file sharing and printing melalui paket Samba, Apple file and printer sharing lewat netatalk, dan IPX/SPX (Novell) file sharing lewat paket Mars NWE (dan paket komersial dari Caldera).</p>
<p>Dalam lingkungan campuran Windows/Linux, menggunakan Samba server dan sistem smbclient, komputer Linux akan tampil di Network Neighborhood dari sistem Windows, hampir tidak bisa dibedakan dengan NT. Komputer Linux juga akan mempunyai akses penuh ke file dan printer yang di-share dari WFWG, Windows 95, maupun Windows NT.</p>
<p>Emulasi operating sistem menyediakan kompatibilitas di lain sisi. Paket DOSEMU menyediakan kompatibilitas dengan DOS, dan proyek WINE menyediakan kompatibilitas (terbatas) dengan Windows. Ada juga paket emulasi komersial, yaitu Executor untuk emulasi Mac 680&#215;0, dan WABI untuk emulasi 16-bit Windows 3.1.</p>
<p><span style="font-weight:bold;font-style:italic;">Dukungan Hardware </span><br />
Linux mendukung berbagai jenis perangkat keras PC, termasuk disk IDE, EIDE, SCSI, MFM, RLL, dan ESDI, tape dan CD-ROM drive SCSI dan EIDE, sound cards, berbagai jenis mouse, video cards, motherboard chipsets, scanners, printers, dan sebagainya. Hardware yang didukung oleh Linux mungkin tidak sebanyak Windows 95/98 tapi mungkin lebih banyak daripada Windows NT.</p>
<p>Beberapa vendor perangkat keras menyediakan driver secara langsung untuk Linux, beberapa menyediakan spesifikasi hardware secara cuma-cuma, dan selebihnya tidak menyediakan driver maupun spesifikasi untuk produk mereka. Tentu saja, produk-produk dari vendor yang menyediakan driver atau mengikuti aturan standar dari driver yang sudah ada mendapat dukungan utama, diikuti dengan produk-produk yang tersedia spesifikasi teknisnya (biasanya sebentar saja setelah spesifikasinya dipublikasikan) dan diminati oleh khalayak pengguna Linux, dan (relatif sedikit) produk-produk yang tidak ada informasi teknisnya biasanya tidak disupport.</p>
<p><span style="font-weight:bold;font-style:italic;"> Kemudahan Akses Device </span><br />
Device atau perangkat di Linux umumnya muncul sebagai file. Sehingga program-program bisa membaca dan menulis ke device-device seperti tape drive, modem, terminal, dan sebagainya.<br />
Hal ini membuat hampir semua device bisa diakses oleh semua bahasa pemrograman, dengan meniadakan ketergantungan terhadap Application Programming Interfaces (API) yang spesifik dengan bahasa pemrograman tertentu. Di Windows, yang menggunakan model API, banyak perangkat yang hanya bisa diakses melalui C dan bahasa lain yang sejenis, dan membutuhkan program adapter (seperti OCX) untuk bisa diakses dari bahasa lain.</p>
<p><span style="font-weight:bold;font-style:italic;"> Pemanfaatan Memory </span><br />
Virtual memory membuat Linux mempunyai kemampuan untuk menjalankan program-program yang lebih dari seharusnya jika hanya menggunakan memori fisik saja. Sistem virtual memory di Linux melebihi penggunaan sederhana dari swap space, program-program yang dijalankan lebih dari sekali akan dimasukkan sekali ke memori, dan sistem virtual memory akan digunakan untuk menggabungkan satu program image (text area) dengan banyak data images. Hal ini berakibat penggunaan memori yang optimal, namun demikian tetap memproteksi ruang memori dari masing-masing program, mencegah program saling &#8220;mengotori&#8221; ruang memori dari program lain.</p>
<p><span style="font-weight:bold;font-style:italic;"> Skalabilitas </span><br />
Linux bisa berjalan di mesin sekecil 3Com Palm Pilot dan Digital Itsy dan mesin sebesar Beowulf clusters (sekumpulan PC yang cepat dihubungkan untuk menyelesaikan persoalan ilmiah/scientific).<br />
Linux juga mendukung multiple processors hingga 16 buah.</p>
<p><span style="font-style:italic;font-weight:bold;"> Stabilitas </span><br />
Sistem Linux sangat luar biasa stabil. Jika dikonfigurasi dengan benar, sistem Linux akan &#8220;hidup&#8221; terus hingga hardwarenya tidak memadai (rusak) atau tidak ada tegangan listrik atau seseorang mematikan sistem. Umur hidup sistem yang berkelanjutan hingga ratusan hari atau lebih merupakan hal yang sudah biasa. Penerjemah sering mendengar laporan dari user/network admin bahwa sistem Windows NT pada umumnya membutuhkan reboot berkala untuk menjaga stabilitas, dan Windows 95 yang pada umumnya perlu diinstall ulang supaya sistem bisa berjalan lancar tanpa keluhan.<br />
Salah satu hal yang mendasari stabilitas ini adalah penomoran versi dari shared libraries. Kebanyakan aplikasi Windows menginstall versi-versi baru dari Dynamic Link Libraries(DLL), yang pada umumnya mengakibatkan aplikasi lain yang meminta versi lain dari DLL tersebut tidak berfungsi dengan semestinya. Lain halnya dengan shared libraries di Linux, yang mencantumkan versi pada nama filenya sehingga memungkinkan untuk menginstall versi barunya tanpa merusak ketergantungan program lain.<br />
Linux juga mewarisi tradisi Unix dengan mendukung adanya file permissions (ijin file), yang dapat mencegah pengubahan atau penghapusan file tanpa ijin dari pemiliknya. Karena itu, virus pada dasarnya tidak dikenal di dunia Linux.<br />
Masalah keamanan yang menyangkut operating system itu sendiri biasanya diumumkan beberapa jam saja setelah ditemukan, diikuti dengan bugfix, workaround, advisory, dan sebagainya. Misalnya waktu ditemukan bug di hardware itu sendiri (processor Pentium dengan bug F0 0F), workaround sudah tersedia untuk download beberapa saat setelah diumumkan adanya bug tersebut.</p>
<p><span style="font-weight:bold;font-style:italic;"> Banyaknya servis </span><br />
Distribusi Linux pada umumnya sudah memiliki program-program networking beserta dokumentasinya. Hal ini tentu lebih baik jika dibandingkan dengan Windows NT, di mana banyak fasilitas seperti telnet, NFS, dan server X Window, tidak disertakan dalam distribusi standard dan biasanya harus dibeli terpisah dari perusahaan lain, dan tentu saja membutuhkan biaya lebih.<br />
Contohnya, Linux bisa menerima banyak koneksi POP3 sekaligus dan kemudian meneruskannya ke sistem mail delivery standard. Hal ini belum memungkinkan di NT, bahkan dengan standard Exchange Server add-on.</p>
<p><span style="font-weight:bold;font-style:italic;"> Penggunaan network </span><br />
Banyak bagian dari sistem Linux dibagi dua (client-server), dan keduanya bisa berjalan di komputer yang sama maupun berlainan.<br />
Salah satu contohnya adalah GUI (Graphical User Interface) dari Linux yaitu X Window System. Hal ini memungkinkan aplikasi berjalan di komputer manapun di network, dan mengarahkan tampilan ke komputer manapun di network. Anda bisa menampilkan beberapa windows dari aplikasi secara bersamaan, satu windows dari aplikasi yang berjalan lokal di komputer anda, dan windows lain berasal dari aplikasi yang berjalan di komputer lain.<br />
Contoh lain adalah pencatatan log dari printer, dan subsistem lainnya.<br />
Kemampuan ini bisa berguna sekali untuk menyediakan technical support dan administrasi sistem jarak jauh. Malah, hampir semua operasi yang bisa dilakukan secara lokal bisa juga dilakukan dari jarak jauh lewat network, kecuali menyolokkan kabel atau menekan tombol power untuk menghidupkan komputer.</p>
<p><span style="font-weight:bold;font-style:italic;"> Desain dan keamanan multi-user </span><br />
Linux banyak mendasarkan diri pada Unix, sehingga salah satu keunggulannya adalah multi-user, sistem bisa digunakan oleh banyak orang secara bergantian maupun bersamaan (akses jarak jauh dari komputer atau terminal lain baik menggunakan modus teks maupun grafis seperti X Window).<br />
File-file masing-masing user disimpan di ruang kerjanya (home directory) sendiri-sendiri, dan dilindungi dari pengubahan/penghapusan tanpa ijin dengan cara menerapkan kepemilikan dan perijinan file. Masing-masing program berjalan dengan ruang memorinya sendiri yang diproteksi oleh operating system sehingga tidak bisa mencampuri atau mengintip proses lain.</p>
<p><span style="font-style:italic;font-weight:bold;"> Program-program (aplikasi) </span><br />
Aplikasi Linux berbeda dengan aplikasi Windows, tapi pada umumnya menyediakan fungsi yang sama. Dalam banyak hal, software gratis dan open-source di Linux menyediakan fungsi yang sama dengan aplikasi komersial yang lebih mahal. Contohnya, Gimp adalah program gratis yang berfungsi untuk pengolahan gambar yang bisa disetarakan dengan program komersial Adobe Photoshop yang bisa dibilan mahal.<br />
Berbagai aplikasi komersial yang populer juga tersedia versi Linuxnya, antara lain Corel WordPerfect, Netscape FastTrack web server, Oracle, dan lain-lain. Banyak perusahaan yang sudah mulai menyediakan versi Linux untuk produk-produk unggulan mereka, dari Informix, Sybase, Corel, Allaire, dan lain-lain.</p>
<p><span style="font-weight:bold;font-style:italic;"> Scripting </span><br />
Linux juga menyediakan berbagai peralatan scripting, yang memungkinkan anda untuk menulis &#8220;File .BAT dengan Steroids&#8221; untuk otomatisasi pekerjaan. Script-script ini bisa dijalankan secara manual, maupun dijadwalkan untuk waktu tertentu, bahkan bisa memiliki tampilan grafis (GUI).<br />
Hampir semua informasi konfigurasi Linux disimpan dalam file-file teks yang membuatnya gampang diolah dengan script maupun secara manual. Hal ini memudahkan pekerjaan yang kompleks atau yang berulang-ulang, jika dibandingkan dengan sistem lain yang mempunyai sistem konfigurasi binary (seperti registry di Windows) dan juga sistem yang kurang mendukung scripting. Sebagai contoh, menambah beberapa ratus user yang datanya diambil dari (katakanlah..) spreadsheet, bisa dilakukan dengan mudah di Linux, tapi hampir tidak mungkin dilakukan di NT.</p>
<p><span style="font-weight:bold;font-style:italic;"> Alat-alat problem-solving </span><br />
Linux tidak menyembunyikan informasi dari user. Hal ini berarti informasi penuh dari keadaan sistem dan pesan kesalahan (error) selalu tersedia. Hal ini memungkinkan diagnostik masalah dengan cepat dan bisa diperbaiki dengan cepat pula.<br />
Linux menyediakan alat-alat untuk menampilkan penggunaan memory dan CPU untuk masing-masing program, untuk menentukan program mana (kalau ada) yang menggunakan suatu file pada suatu saat, untuk melacak program pada saat berjalan, dan meneruskan pesan-pesan kesalahan (error) dari keseluruhan komputer di network ke satu komputer untuk memudahkan pengawasan (monitoring).</p>
<p><span style="font-weight:bold;font-style:italic;"> Komunitas pengguna </span><br />
Salah satu kunci keunggulan Linux adalah komunitas penggunanya, yang memenangkan InfoWorld&#8217;s award for best support tahun 1997 mengungguli semua penyedia jasa technical support komersial. Red Hat Linux juga menerima penghargaan Product of the Year. Karena komunitas pengguna Linux meliputi komunitas developernya juga, maka sudah biasa kalau menerima respons atas pertanyaan kompleks yang ditanyakan di newsgroup comp.os.linux.misc hanya dalam waktu setengah jam atau paling lama satu hari. Mailing list juga merupakan forum di mana anda bisa mendapatkan respons yang lumayan cepat.</p>
<p><span style="font-weight:bold;font-style:italic;"> Support komersial </span><br />
Support komersial bisa didapatkan dari vendor distribusi komersial seperti Caldera atau Red Hat dan dari ratusan konsultan. Tidak seperti konsultan yang menyediakan jasa support untuk operating system proprietary yang mengandalkan bug fixes dan data-data teknis dari vendor atau perusahaan pemegang hak milik operating system tersebut, penyedia jasa support untuk Linux mempunyai akses penuh ke source code dan bisa menyelidiki masalah secara mendalam dan cepat. Mereka juga bisa mengubah program tersebut tanpa persetujuan dari penyedia software.</p>
<p><span style="font-weight:bold;font-style:italic;"> Kesimpulan </span><br />
Linux menyediakan platform yang sangat maju dan stabil untuk berkomputer. Walaupun sejarah pengembangan dan sistem supportnya jauh berbeda dengan kebanyakan operating system lain, Linux sangat menarik untuk digunakan di lingkungan bisnis, akademis, maupun pribadi.<br />
Linux adalah pesaing berat dari Microsoft Windows. Keuntungan utama Linux terhadap Windows adalah pengembangan dan support secara terbuka, sejarah dan arsitektur Unix, serta stabilitasnya. Kekurangan utamanya berhubungan erat dengan lebih sedikitnya jumlah penggunanya: aplikasi yang tersedia belum sebanyak Windows, dan adanya selang waktu antara diperkenalkannya suatu hardware baru dengan supportnya di Linux. Linux memungkinkan penyesuaian dengan kebutuhan secara lebih jauh, dan berkurangnya ongkos pengelolaan administrasi jangka panjang, walaupun untuk memulai belajarnya relatif lebih sulit.<br />
Linux sedang menuju puncak kejayaannya dan bisa menjadi perubahan yang hangat untuk pengguna yang sudah mulai jenuh dengan ketidakstabilan operating system lain.</p>
<p><span style="font-weight:bold;">Distro mana yang terbaik? </span><br />
Pertanyaan di atas mungkin termasuk salah satu pertanyaan yang paling banyak ditanyakan oleh<br />
para newbie Linux. Hal ini tidak mengherankan karena di pasar tersedia begitu banyak Distro (paket distribusi) Linux, seperti Red Hat, Mandrake, Slackware, Debian, Caldera, dll.</p>
<p>Ok, kembali ke pertanyaan di atas. Distro mana yang terbaik?<br />
Bila kita membaca-baca Distribution-HowTo, maka jawabannya adalah: Pertanyaan tersebut salah. Lho kok jawabannya tidak nyambung?<br />
Sebelum kamu merasa kesal dan berhenti membaca artikel ini, alangkah baiknya bila kamu<br />
mengetahui latar belakang mengapa jawabannya seperti itu.<br />
Alasan mengapa kita tidak bisa menentukan Distro mana yang terbaik adalah:<br />
1. Semua Distro Linux dibuat berdasarkan kernel yang sama. Versi kernelnya mungkin berbeda (sesuai dengan karakteristik dari perusahaan Distro tersebut. Apakah agresif dengan menggunakan kernel terbaru, atau memilih untuk menggunakan kernel &#8216;lama&#8217; yang sudah terkenal stabil), namun tetap saja semua Linux menggunakan dasar kernel yang sama. Kamu bisa mendownload kernel terbaru dari [link]</p>
<p>2. Perusahaan-perusahaan Distro kemudian menambahkan feature-feature ke atas kernel tersebut sesuai dengan ciri khas mereka. Seperti feature installasi yang memudahkan user, feature<br />
Xwindows beserta control panelnya, Paket Office, dll.<br />
Jadi, berkaitan dengan Distro ini, maka pertanyaan yang tepat untuk diajukan adalah: <span style="font-style:italic;">&#8220;Distro mana yang cocok atau yang mungkin saya sukai?&#8221;</span> Begitulah, kalau berbicara mengenai Distro, maka hal yang paling menentukan adalah: SELERA&#8230; Ok, sekarang kamu pasti bertanya, &#8220;Darimana saya tahu Distro yang paling cocok dengan selera saya?&#8221;<br />
Jawabnya adalah: dengan mencoba sendiri Distro-distro tersebut. &#8220;Waduh, bisa bokek saya kalo harus membeli semua CD Distro Linux yang beredar untuk dicoba&#8221;. Jangan khawatir, artikel ini<br />
akan membahas beberapa Distro popular. Apa ciri khasnya atau karakteristik masing-masing Distro tersebut.</p>
<p><a href="http://www.redhat.com">REDHAT LINUX</a><br />
Redhat Linux mungkin merupakan Distro yang paling banyak digunakan orang. Hal ini tidak<br />
mengherankan, karena dengan adanya inovasi RPM (RedHat Package Manager) yang memudahkan orang untuk menginstall dan menguninstall program/package secara bersih. Kini hampir semua Distro Linux menggunakan RPM dari Redhat kecuali Debian.</p>
<p><a href="http://www.linux-mandrake.com">LINUX MANDRAKE</a><br />
Linux Mandrake dibuat pertama kali menggunakan brand image dari RedHat. Namun kemudian mereka terpaksa menggantinya karena diprotes oleh RedHat. Linux Mandrake termasuk salah satu Distro yang paling agresif di pasar, dalam artian, mereka selalu merilis Distro mereka dengan menggunakan Kernel terbaru pada saat itu. Hal ini bisa berarti baik karena kernel baru berarti mendukung lebih banyak peripheral, namun bisa juga berarti kurang baik, karena mungkin saja terdapat bug yang belum terdeteksi di dalam kernel terbaik tersebut. Linux Mandrake juga terkenal dengan Xwindowsnya yang sangat user-friendly. Sangat menolong bagi para newbie, karena Mandrake bisa menginstall segala sesuatunya dengan otomatis, walaupun kadang-kadang kita tidak mau menginstall paket tertentu</p>
<p><a href="http://www.debian.org">Debian</a><br />
Debian Linux adalah hasil dari kerja sukarela para pecinta Linux untuk menghasilkan Distro yang berkualitas tinggi untuk tujuan non-komersial (perhatikan Debian menggunakan extension &#8216;org&#8217; untuk websitenya). Berdasarkan HowTo, terdapat tidak kurang dari 400 orang developer dari seluruh dunia yang bersama-sama mengerjakan lebih dari 1500 paket program bagi Debian.<br />
Debian juga mempunyai paket installasi yang sangat luar biasa yaitu &#8216;apt-get&#8217;. Namun, bagi yang memiliki koneksi internet lambat, akan sedikit kesulitan menggunakannya.</p>
<p><a href="http://www.slackware.com">Slackware</a><br />
Slackware memiliki proses installasi dalam text-mode yang sangat sederhana dan mudah diikuti. Slackware dapat disetel untuk menjadi sangat powerful dan sesuai dengan keinginan kita. Namun akibatnya, kita memerlukan sedikit waktu tambahan untuk mempelajari semua kemampuan-kemampuan ini.</p>
<p><a href="http://www.suse.com">SuSE</a><br />
SuSE Linux dapat dibilang sebagai RedHat versi Eropa, karena memang Distro ini sangat terkenal di daratan Eropa, dibuat oleh Dr. SuSE. SuSE memiliki YaST, yaitu sistem pendeteksian dan pengesetan hardware serta pengaturan sistem yang sangat baik. Dia dapat mendeteksi dan mengeset hardware-hardware dimana Distro lain tidak bisa. YaST juga bisa digunakan untuk mengatur user, mengatur LiLo, dan hal-hal lainnya yang akan sangat merepotkan bila harus dilakukan berulang-ulang secara manual</p>
<p><a href="http://www.libranet.com">Libranet</a><br />
Libranet Linux dibuat atas dasar Debian Linux. Distro ini khusus dibuat untuk kemudahan para pemakai desktop. Bila kamu membeli Libranet, maka kamu akan mendapatkan semua windows manager yang popular dan program-program desktop favorit lainnya. Proses installasinya sangat mirip dengan Debian, namun telah dibuat lebih user-friendly. Libranet juga mempunya &#8216;adminmenu&#8217; yaitu menu dimana kita bisa mengatur hampir segala sesuatu yang ada, seperti printer, mouse, vga, dll. Bahkan kita bisa mengkompile ulang kernel kita menggunakan menu ini. Hanya sayangnya, Libranet tidak menyediakan site FTP untuk kita mendownload update-update yang ada. Kita harus membeli CD dari Libranet.</p>
<p><span style="font-weight:bold;"> Penutup</span><br />
Dalam hal memilih Distro-Distro yang ada di dalam Linux, semuanya adalah terserah selera dan kesukaan kamu. Tidak ada istilah &#8220;Distro terbaik&#8221; yang ada adalah &#8220;Distro Favorit&#8221;. Janganlah keanekaragaman ini dijadikan ajang &#8216;Holy War&#8217; antar Linuxer, sebaliknya, jadikanlah keanekaragaman ini menjadi kekuatan komuniti Open Source yang saling melengkapi.</span></p></blockquote>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/rakha06.wordpress.com/19/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/rakha06.wordpress.com/19/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/rakha06.wordpress.com/19/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/rakha06.wordpress.com/19/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/rakha06.wordpress.com/19/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/rakha06.wordpress.com/19/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/rakha06.wordpress.com/19/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/rakha06.wordpress.com/19/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/rakha06.wordpress.com/19/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/rakha06.wordpress.com/19/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/rakha06.wordpress.com/19/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/rakha06.wordpress.com/19/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/rakha06.wordpress.com/19/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/rakha06.wordpress.com/19/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/rakha06.wordpress.com/19/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/rakha06.wordpress.com/19/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rakha06.wordpress.com&amp;blog=2488233&amp;post=19&amp;subd=rakha06&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rakha06.wordpress.com/2008/04/14/apa-sih-linux/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/33e1922f32f32514eb9652d71b0a3393?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">bug02b</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Upaya merintis Titik tertinggi Bumi [bag3]</title>
		<link>http://rakha06.wordpress.com/2008/01/13/upaya-merintis-titik-tertinggi-bumi-bag3/</link>
		<comments>http://rakha06.wordpress.com/2008/01/13/upaya-merintis-titik-tertinggi-bumi-bag3/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 13 Jan 2008 03:52:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>bug02b</dc:creator>
				<category><![CDATA[Mountainering]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rakha06.wordpress.com/2008/01/13/upaya-merintis-titik-tertinggi-bumi-bag3/</guid>
		<description><![CDATA[Norton meninggalkan Somervell sendirian dibawah naungan dinding karang, kemudian dia mencapai apa yang dinamakan sebagai &#8220;Secound Step&#8221;, sebuah punggungan yang curam. Norton memilih untuk berputar, dalam usahanya melewati dinding yang curam itu dalam kondisi yang letih dan mata yang kian kabur, usaha Norton boleh dipuji. Lebih dari 60 meter diatas Norton memperkirakan, sudah terhampar punggungan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rakha06.wordpress.com&amp;blog=2488233&amp;post=14&amp;subd=rakha06&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<blockquote><address><span style="font-size:8pt;">Norton meninggalkan Somervell sendirian dibawah naungan dinding karang, kemudian dia mencapai apa yang dinamakan sebagai <i>&#8220;Secound Step&#8221;</i>, sebuah punggungan yang curam. Norton memilih untuk berputar, dalam usahanya melewati dinding yang curam itu dalam kondisi yang letih dan mata yang kian kabur, usaha Norton boleh dipuji.</span><span id="more-14"></span></address>
</blockquote>
<div align="left"></div>
<blockquote>
<div align="left"><span style="font-size:8pt;">Lebih dari 60 meter diatas Norton memperkirakan, sudah terhampar punggungan yang aman yang bisa mengantarnya ke puncak, sekitar 900 meter lagi saat itu sudah jam satu siang, Norton merasa tak sanggup untuk memanjatnya dan kembali turun.</span></div>
</blockquote>
<div align="left"></div>
<div align="left"></div>
<div align="left"></div>
<div align="left"></div>
<blockquote>
<div align="left"><span style="font-size:8pt;">Setengah buta Norton berbalik, dia telah menciptakan rekor berada pada ketinggian 8528 meter, yang baru bisa dipecahkan 30 tahun kemudian. Bersama Somervell mereka turun perlahan-lahan. Kemah VI mereka rubuhkan dan ditumpuk dengan batu. Menjelang mata hari tenggelam keduanya berada dikanan kemah V yang terus mereka lewati, Melewati lintasan es dibawah kemah V. Norton memutuskan untuk melakukan <i>glissade</i> meluncur di es dengan kapak sebagai rem. Dikiranya Somervell akan melakuakn hal yang sama, ternyata temannya itu berkelahi dengan maut. </span></div>
</blockquote>
<div align="left"></div>
<div align="left"></div>
<div align="left"></div>
<div align="left"></div>
<div align="left"></div>
<blockquote>
<div align="left"><span style="font-size:8pt;">Batuk dan tenggorokannya yang sakit sampai kepada klimaksnya saat itu,<span>  </span>Somervell bagai tak bisa lagi bernafas. Celakanya dia tak bisa memberi tanda pad Norton, karena mereka tak terikat pada tali pengaman. Dia hanya bisa duduk disalju seperti yang ditulisnya kemudian ”saya terduduk di salju menunggu maut ketika dia (Norton) terus melangkah. Tak menduga bahwa temannya sedang menunggu akhir hanya beberapa meter dibelakanagnya”.</span></div>
</blockquote>
<div align="left"></div>
<blockquote>
<div align="left"><span style="font-size:8pt;">Somervell mencoba untuk menarik nafas panjang. Tak ada perubahan. Akhirnya dia menekan dadanya dengan kedua belah tangan dan mencoba untuk batuk. Hasilnya batuknya mengeluarkan tetsan darah. Namun kini dia bisa bernafa lebih bebas, meskipun rasa sakit masih terasa, dia merasa bagai dilahirkan kembali, dan segera melangkah lebih cepat dari semula. Somervell selamat sampai di<span>  </span>kemah IV.</span></div>
<div align="left"></div>
<div align="left"></div>
</blockquote>
<div align="left"></div>
<div align="left"></div>
<p><i><span style="font-size:8pt;"> </span></i><b><span style="font-size:9pt;line-height:150%;"><i>Mereka Melangkah Amat Kuat</i> </span></b></p>
<blockquote>
<div align="left"><span style="font-size:8pt;">Sekali lagi Mallory harus mengemban tugas pergi ke Puncak. Kali ini bersama Irvine. Odell yang lebih berpengalaman seseungguhnya merasa kecewa, Tapi Mallory sudah menetapkan pilihannya. Bahkan Norton selaku komandan ekspedisi tak bisa berbuat lain. Kedua pendaki itu dibantu oleh delapan Sherpa segera menuju kemah V. Sesampainya disana Mallory mengirim kabar lewat kurir “Tak ada angin disini. Nampaknya ada harapan.”</span></div>
<div align="left"><span style="font-size:8pt;">Hari berikutnya Mallory dan Irvine menuju kemah VI. Odel yang bertugas menunjang mereka bergerak ke kemah V. rencana kedua pendaki ini menjadi ujung tombak itu terlihat dari kabar yang mereka kirim ke bawah.</span></div>
<div align="left"></div>
<div align="left"></div>
<div align="left"></div>
<div align="left"></div>
<div align="left"></div>
<div align="left"></div>
</blockquote>
<div align="left"></div>
<p align="right"><i><span style="font-size:8pt;">“Kami bergerak secepatnya besok (8 Juni) agar bisa memperoleh cuaca yang baik. Agaknya tidak terlalu pagi saat kami akan melewati deretan karang atau memanjat skyline pada pukul delapan&#8221;.</span></i></p>
<blockquote>
<div align="left"></div>
<div align="left"><span style="font-size:8pt;">Entah kenapa, Mallory tanpa sadar membuat kesalahan. Dia sesungguhnya ingin menulis jam delapan pagi (<i>a.m</i>) tapi yang tertulis delapan malam (<i>p.m.</i>) <i>skyline </i>yang dimaksud Mallory adalah dinding curam yang berada di dinding sebelah utara. Yang dinamakan sebagai <i>First Step</i>. Disebalah atas lagi, tak beberapa jauh punggungan gunung akan bertemu dengan dinding yang lebih curam lagi, setinggi 30 meter. Dinding curam yang digambarkan sebagai kapal perang itu dinamakan <i>Secound Step</i>. Diatasnya baru terhampar kerucut puncak Everest yang lebih mudah untuk dilalui.</span></div>
<div align="left"></div>
<div align="left"></div>
<div align="left"><span style="font-size:8pt;">Seandainya Mallory dan Irvine bisa melalui First dan Secound step, hambatan besar sudah mereka pecahkan. Kondisi tebing yang curam memaksa pendaki untuk memutari tebing itu, seperti yang dilakukan oleh Norton dan Somervell. Namun Mallory agaknya <i>kepingin</i> memanjat dinding curam itu, seperti rencana yang telah ditulisnya.</span></div>
</blockquote>
<blockquote><p><span style="font-size:8pt;">Itulah kabar teakhir tentang Mallory dan Irvine, selanjutnya orang hanya bisa menduga. Orang terakhir yang melihat mereka hanya Odell. Yang bergerak kekemah VI pada hari yang sama. Saat Mallory dan Irvine berangkat kepuncak.</span><span style="font-size:8pt;"></span></p></blockquote>
<blockquote><p><span style="font-size:8pt;">Cuaca saat itu cukup baik, meskipun kabut tipis tampak menggantung. Odell yang yang mendaki sebuah bukit kecil pada ketinggkian sekitar 820 meter<span>  </span>bisa melihat punggung dan bagian puncak Everest dengan jelas. Saat itulah bisa melihat dua titik sedang bergerak dikaki tebing Secound Step. Saat itu jam 12.50 hampir lima jam lebih lambat dari yang diperkirakan Mallory. “Mereka bergerak dengan cepat, seakan mengejar keterlambatan mereka”, demikian laporan yang ditulis oleh Odell.</span><span style="font-size:8pt;"></span></p></blockquote>
<blockquote><p><span style="font-size:8pt;">Selanjutnya kabut menutupi pandangan Odell, dia tidak bisa lagi melihat pergerakan diatas, sekitar jam dua siang sampai dikemah VI saat angin mulai bertiup kencang dan salju mulai berjatuhan. Di dalam tenda tak ada pesan yang ditinggalkan oleh kedua pendaki. Sementara cuaca terus bertambah buruk. Salju yang terus berjatuhan membuat pandangan terbatas. Selanjutnya badai mengurung Odell ditenda kecil diketinggian 8230 meter.</span> <span style="font-size:8pt;"></span></p></blockquote>
<blockquote><p><span style="font-size:8pt;">Dua jam kemudian baru badai reda kembal. Cuaca kembali cerah dan matahari kembali bersinar. Odell bisa melihat punggung gunung-gunung sampai ke puncak tak ada tanda-tanda dari kedua pendaki diatas. Meskipun sudah merasa khawatir, Odell terpaksa harus turun. Sebab Mallory berpesan, jika dia kembali terlambat, maka mereka akan bermalam dikemah VI. Para Sherpa turun kembai kebawah.</span> <span style="font-size:8pt;"></span></p></blockquote>
<blockquote><p><span style="font-size:8pt;">Kemah VI tak ada perubahan, seperti yang ditinggalkan dua hari yang lalu, dalam cuaca yang membekukan, Odell berusaha memanjat ke atas untuk mencari tanda dan bekas-bekas tragedi yang menimpa Mallory dan Irvine. Sebab setelah dua malam suatu tragedi pasti telah terjadi. Tak mungkin orang bisa bertahan selama dua malam di udara terbuka di ketinggian seperti itu.</span> <span style="font-size:8pt;"></span></p></blockquote>
<blockquote><p><span style="font-size:8pt;">Sekitar dua jam melakukan pencarian, Odel kembali kekemah VI dia menyimpan kompas yang di tinggalkan Mallory serta peralatan oksigen yang didesain oleh Irvine sebagai kenangan dari kedua orang yang malang itu. Selanjutnya dia membuat tenda dengan karung tidur. Sebuah tenda silang, yang artinya mati.</span> <span style="font-size:8pt;"></span></p></blockquote>
<blockquote><p><span style="font-size:8pt;">Berita itu segera sampai ke kemah III<span>  </span>dibawah North Col. Norton selaku komandan pendakian mengirim kabar buruk itu lewat telegram sandi. : <b><i>Obteras London – Mallory Nove ReminderAlcedo</i></b>. Seorang perintis pendakian ke Everest telah jadi tumbal dengan cara yang mengenaskan. Dan sampai kini orang masih tetap berdebat, mereka gugur setelah mencapai puncak atau sebelumnya ? hanya Tuhanlah yang tahu.</span></p></blockquote>
<blockquote></blockquote>
<address><span style="font-size:8pt;"><span> </span></span><b><span style="font-size:8pt;line-height:150%;">Yakian Atau Nekat</span></b><span style="font-size:8pt;"></span><span style="font-size:8pt;"></span></address>
<blockquote><p><span style="font-size:8pt;">Berusaha untuk bisa berdiri di Puncak Everest, seorang pendaki memang harus punya satu keyakinan dan daya tahan, seperti dengan gigih di bukatikan oleh Mallory. Tapi apa yang dilakukan oleh <b>Maurice Wilson</b> mungkin bukan sekedar keyakinan tapi cenderung bisa disebut sebagai kenekatan.Veteran perang dunia pertama itu bukanlah seorang pendaki gunung, meski keberaniannya tak perlu diragukan. Dalam usia belasan dia memang sudah ikut bertempur, dan kemudian memperoleh pengahargaan <i>Military Cross</i>. Ambisinya untuk mendaki Everest mungkin karena dia ingin lebih dikenal agar bisa dengan mudah menyebarkan keyakinannya.</span><span style="font-size:9pt;"></span></p></blockquote>
<blockquote><p><span style="font-size:9pt;">Wilson</span><span style="font-size:8pt;"> memang punya keyakinan bahwa dengan kepercayaan dan doa kepada Yang Kuasa maka kesulitan bisa diatasi. Keyakinan ini muncul saat dia terserang penyakit dan kemudian sembuh tanpa diobati oleh dokter. Hanya dengan berpuasa dan berdoa, diiringi dengan keyakinan bahwa dia akan sembuh kembali.</span></p></blockquote>
<blockquote><p><span style="font-size:8pt;">Agar memudahkan pendakian, Wilson merencanakan untuk mendapatkan sebuah pesawat ringan didekat kemah pangkalan. Dengan demikian dia bisa menghemat perjalanan panjang yang melelahkan kelereng utara Everest. Dengan pemikiran seperti itu dia membeli sebuah pesawat kecil, <i>Gipsy Moth</i>, dan belajar untuk menerbangkannya.</span><br />
<span style="font-size:9pt;"></span><span style="font-size:9pt;"></span></p></blockquote>
<blockquote><p><span style="font-size:9pt;">Wilson</span><span style="font-size:8pt;"> akhirnya memperoleh lisensi sebagai pilot. Lalu berlatih mendaki gunung selama lima minggu di Lake District dan Snowdonia. Kekuataun tubuhnya memang boleh dibanggakan, dan ini terus meningkat, karena dia membiasakan diri untuk berjalan jauh dari London kerumah orang tuanya di Bradford.</span></p></blockquote>
<p><span style="font-size:8pt;"></span></p>
<blockquote></blockquote>
<blockquote><p><span style="font-size:8pt;">Selanjutnya <i>Ever Wrest</i>, yang diartikan secara bebas “selalu sukses” siap untuk terbang. Rencana Maurice Wilson sudah di sebarkan oleh media massa. Sialnya pemerintah Inggris tidak mengijinkan untuk terbang ke Nepal.</span><span style="font-size:8pt;"><br />
Wilson</span><span style="font-size:8pt;"> tak perduli, dia menerbangkan pesawatnya melalui Kairo Bahrian, Gwadar dan mendarat di Lalbalu, India. Penerbangan itu sendiri boleh diberi acungan jempol. Pada masa itu penerbangan jarak jauh, apalagi dengan pesawat ringan yang kecil, memang boleh dihitung dengan jari.</span></p></blockquote>
<blockquote><p><span style="font-size:8pt;">Meskipun demikian, izin terbang ke Everest tetap tak diperolehnya, urusan itu menghabiskan banyak biaya, sehingga<span>  </span>Wilson terpaksa harus menjual pesawatnya. Dia langsung ke Darjeeling, awal dari long march ke kemah pangkalan. Namun kembali dia tak mendapat ijin resmi untuk melanjutkan rencananya.</span><span style="font-size:8pt;"><br />
</span><span style="font-size:8pt;">Wilson</span><span style="font-size:8pt;"> tidak menyerah. Bersama Tewang, Rinzing dan Tsering yang ikut dengan ekspedisi Inggris tahun 1933, dia segera bergerak dengan sembunyi-sembunyi bahkan sewaktu di dikirim mereka harus bergerak di malam hari. Wilson bergerak dengan cepat dan berusaha untuk melewati 32 Kilometer setiap hari hasilnya dia sampai di biara Rongbuk 14 April 1934, 10 hari lebih cepat dibanding tim ekspedisi 1933.</span></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-indent:21.3pt;" align="left">&nbsp;</p>
</blockquote>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/rakha06.wordpress.com/14/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/rakha06.wordpress.com/14/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/rakha06.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/rakha06.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/rakha06.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/rakha06.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/rakha06.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/rakha06.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/rakha06.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/rakha06.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/rakha06.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/rakha06.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/rakha06.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/rakha06.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/rakha06.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/rakha06.wordpress.com/14/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rakha06.wordpress.com&amp;blog=2488233&amp;post=14&amp;subd=rakha06&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rakha06.wordpress.com/2008/01/13/upaya-merintis-titik-tertinggi-bumi-bag3/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/33e1922f32f32514eb9652d71b0a3393?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">bug02b</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Upaya merintis Titik tertinggi Bumi [bag2]</title>
		<link>http://rakha06.wordpress.com/2008/01/11/upaya-merintis-titik-tertinggi-bumi-bag2/</link>
		<comments>http://rakha06.wordpress.com/2008/01/11/upaya-merintis-titik-tertinggi-bumi-bag2/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 11 Jan 2008 07:18:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>bug02b</dc:creator>
				<category><![CDATA[Mountainering]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rakha06.wordpress.com/2008/01/11/upaya-merintis-titik-tertinggi-bumi-bag2/</guid>
		<description><![CDATA[Mallory memimpin di depan, diikuti oleh Norton, Somervell yang bertugas sebagai jangkar pengaman di belakang. Jam 16.00 mereka sampai di kemah V, dan bergabung kembali dengan Morsead, merasa hari masih sore, mereka sepakat untuk terus turun ke kemah IV. Keputusan yang ternyata hampir mengubur mereka, dan terasa amat menyiksa. Morsead yang tenaganya hampir habis ikut [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rakha06.wordpress.com&amp;blog=2488233&amp;post=7&amp;subd=rakha06&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div align="left">
<blockquote><address><span style="font-size:8pt;">Mallory memimpin di depan, diikuti oleh Norton, Somervell yang bertugas sebagai jangkar pengaman di belakang. Jam 16.00 mereka sampai di kemah V, dan bergabung kembali dengan Morsead, merasa hari masih sore, mereka sepakat untuk terus turun ke kemah IV. Keputusan yang ternyata hampir mengubur mereka, dan terasa amat menyiksa.</span><span id="more-7"></span></address>
</blockquote>
<blockquote><p>    <span style="font-size:8pt;"> Morsead yang tenaganya hampir habis ikut bergabung untuk turun kebawah. Keempatnya<span>  </span>terikat pada tali pengaman, dan Somervell tetap sebagai jangkar di belakang Mallory, yang sesekali di ganti oleh Norton memimpin di muka, membuka lintasan dengan menakik pijakan di es dengan kapak es. Salju yang turun di hari sebelumnya memang telah menutup lintasan, Mereka harus mencari jalan pulang dengan perasaan canggung.<br />
</span></p>
<p><span style="font-size:8pt;"> Ketika melewati ujung Gletser yang curam, Morshead yang sudah terlalu letih terpeleset. Somervell yang bertugas sebagai<span>  </span>jangkar pengaman sedang bergerak saat itu, tak sempat bereaksi. Dia segera tertarik, Norton juga. Ketiganya terbanting terpulun pulun, siap kecemplung di Gletser yang terletak 1000 m di bawah mereka.<br />
Mallory yang sedang menakik jalan mendengar suara yang aneh di belakangnya. Dengan refleks, dia menancapkan kapak esnya dalam-dalam dan membelitkan tali pengaman di gagang kapaknya. Sementara itu Somervell berusaha mengerem laju luncuran mereka dengan menancapkan kapak esnya. Namun akhirnya beban ketiga orang yang jatuh itu sepenuhnya di tahan oleh Mallory. Sigap yang dilakukannya bekerja dengan sempurna, ketiga kawannya itu berhasil diselamatkan.<br />
</span></p>
<p><span style="font-size:8pt;"> Meskipun tak ada yang terluka, kejadian itu membuat mereka shock. Perjalanan turun semakin lambat, Morshead semakin sulit menguasai dirinya, untungnya Norton terus membantunya sementara matahari pun terbenam, mereka bagai merangkak mencari kemah mereka.<br />
</span></p>
<p><span style="font-size:8pt;"> Somervell menghidupkan sebuah lentera. Jarak ke tenda sesungguhnya hanya tinggal beberapa ratus meter saja. Namun keempatnya sudah kehabisan napas, setiap langkah adalah kerja keras. Di saat seperti itu mereka harus menuruni tebing setinggi lima meter, yang lainya memilih untuk melompat dan mendarat di salju yang lembut. Morshead tak mampu melakukan hal itu sehingga harus di turunkan dengan tali.<br />
</span></p>
<p><span style="font-size:8pt;">Tinggal beberapa puluh meter lagi, mereka berusaha mencari tali yang menjulur ke tenda, yang kini tertutup salju. Saat itu lentera padam, tak ada pilihan mereka harus turun melewati lintasan yang masih memungkinkan. Sampai seseorang, tanpa di sengaja menemukan tali yang mereka cari. Dengan bantuan tali itu mereka segera sampai di tenda. Waktu saat itu tiga puluh menit menjelang tengah malam, berarti 17 jam penuh mereka berjuang di tebing salju yang membekukan.<br />
<span></span></span></p>
<p><span style="font-size:8pt;">Keempat pendaki itu demikian letih, lapar dan haus. Rasa haus demikian mengganggu sehingga mereka tak bisa menelan biskuit karena kerongkongan demikian kering. Sialnya, sewaktu akan melelehkan salju untuk di minum mereka tak menemukan panci. Para sherpa ternyata membawa turun peralatan masak. Norton akhirnya membuat ice cream <span> </span>dengan mencampur strawberry jam, susu dan salju. Mereka melahapnya dengan rakus. Sehingga malam itu perut mereka kedinginan dan kram.<br />
</span></p>
<p><span style="font-size:8pt;"> Keesokan harinya, dengan rasa letih yang penuh, mereka mecapai kemah III yang mereka inginkan cuma minum teh, sebanyak banyaknya. Somervell sendiri minum sampai 17 kaleng penuh.<br />
</span></p>
<p><span style="font-size:8pt;"> Sementara itu Ingle Frinch, Geoffrey Bruce dan Djebir Bura, dengan menggunakan masker oksigen mencoba untuk terus memanjat. Kali ini Tjebir yang tak mampu untuk terus. Namun Finch dan Bruce melangkah terus sampai mereka menemukan dinding karang yang bernama <span> </span>Yellow Band, amat licin dan dibeberapa bagian ditutupi oleh tumpukan salju yang tidak stabil. Finch mencoba untuk melakukan gerakan menyipang untuk melewati dinding curam itu. Sampai kemudian mereka menyerah karena peralatan oksigen Bruce mengalami gangguan.<br />
Meski tak berhasil, bagi Bruce yang sebelumnya tak mempunyai pengalaman pendakian, berada diketinggian 8320 m pada pendakiannya yang pertama sudah dibilang mengagumkan. Ditambah pula dengan kecepatan merka bergerak, yang jauh lebih hebat dibanding Mallory dan teman-temannya. Lima ratus meter lebih tinggi dari yang dicapai Mallory, mereka sampai dikemah III pada jam 17.30. tetntu saja semuanya itu karena suplai oksigen yang amat membantu. Sementara Mallory dan timnya sama sekali tidak menggunakannya.</span><span style="font-size:8pt;font-family:Tahoma;"><br />
</span></p>
<p><span style="font-size:8pt;font-family:Tahoma;"> Percobaan selajutnya kembali dipikul oleh Mallory, Somervell dibantu oleh Crowford. Tiga</span><span style="font-size:8pt;"> belas orang Sherpa ikut menunjang mereka menuju kemah IV. Seluruh tim ini dipsahkan oleh tiga utas tali pengaman. Sedang lintasan yang harus dilalui dipenuhi salju yang demikian dalam. Mereka bagai berkubang disana, membuka jalan menuju North  Cool.</span></p>
<p><span style="font-size:8pt;">Sudah lewat tengah hari malapetaka terjadi, longsoran salju terdengar bagai ledakan. Turun bergulung-gulung, Sesaat kemudian mereka menemukan kenyataan, sembilan orang telah  terkubur salju. Berton-ton salju yang menimbun rasanya sulit mengharapkan ada yang hidup, namun setiap orang yang selamat segera mencoba menggali, dan berhasil menyelamatkan dua orang. Tujuh Sherpa lainnya terkubur dicelah-celah es dan ditutupi oleh salju.</span></p></blockquote>
<blockquote><p><span style="font-size:8pt;">Tak ada pilihan lain setelah tragedi ini, ekspedisi pertama untuk mencapai Puncak Everest sampai pada kesimpulan mundur.</span></p></blockquote>
</div>
<p><span style="font-size:9pt;"> </span><b><span style="font-size:8pt;line-height:150%;">Karena Dia Ada Disana </span></b></p>
<div align="left">
<blockquote><p><span style="font-size:8pt;">Meski terpukul mundur, <i>Royal Geographic Society </i>dan <i>British Alpine Club</i> mengorganisir pendakian ke Everest tidak menyerah. Dua tahun kemudian, sebuah tim berusaha lagi menggapai Puncak. Tetap di pimpin oleh Brigjen C.G.Bruce, yang karena terserang malaria akhrinya digantikan oleh Letkol E.F Norton. Veteran pendaki tahun sebelumnya. Mallory tentu saja ikut, demikian juga Geofforey<span>  </span>Bruce<span>  </span>dan Somervell. Finc absen diganti oleh N.E Odel, seorang pendaki tangguh dijajaran pegunungan Alpen, dan seorang anak muda yang kuat, Andrew Comyn Irvine. Ketika ditanya kenapa demikian bersemangat untuk mendaki gunung itu, Mallory menjawab pendek “<i>Karena dia ada disana</i>”.</span>    <span style="font-size:9pt;"></span></p></blockquote>
<blockquote><p><span style="font-size:8pt;">Mallory ternyata memilih Irvine sebagai pasangannya untuk mencapai puncak. Somervell berpasangan dengan Norton juga akan berusaha akan mencapai puncak tanpa menggunakan bantuan oksigen. Bruce dan Odel ditugaskan untuk menyiapkan kemah V rencana yang nampaknya bagus diatas kertas, walau kemudian ternyata Everest bukanlah gunung kertas. Pilihan itu dijelaskan<span>  </span>Mallory dalam surat yang ditulisnya buat isterinya. Irvine terpilih karena dia mempunyai kemampuan teknis untuk memperbaiki peralatan oksigen yang sering ngadat dan bocor hanya dengan menggunakan peralatan terbatas yang teresedia. Selain itu dia juga kuat dan berani. Sedang Odell mempunyai tugas yang tak kalah pentingnya. Menunjang kemah V, agar pendaki ke puncak mempunyai tumpuan yang kuat dan aman.</span>  <span style="font-size:9pt;"></span></p></blockquote>
<blockquote><p><span style="font-size:8pt;">Hal ini sesunggunya membuat Odell kecewa, anjurannya agar Irvine diterima dalam tim ekspedisi malah membuatnya terdepak dari kesempatan untuk mencapai puncak. Namun Odell tetap menjalankan tugasnya dengan sebaik mungkin sehingga namanya selalu diingat dalam peristiwa tragedi yang terjadi saat pendakian ini.</span>  <span style="font-size:8pt;"></span></p></blockquote>
<blockquote><p><span style="font-size:8pt;">Kemah V berhasil didirikan sekitar 60 meter diatas kemah yang mereka tinggalkan dalam ekspedisi dua tahun yang lalu oleh Mallory dan Bruce debngan bantuan para <i>Tigers</i>, begitu mereka menyebut nama Sherpa yang tetap tangguh di ketinggian. Keesokan harinya mereka turun kembali kebawah. Sementara Somervell dan Norton menuju kemah V ditunjang oleh beberapa orang Sherpa.</span>  <span style="font-size:8pt;"></span></p></blockquote>
<blockquote><p><span style="font-size:8pt;">Dua kemah yang didirikan bersisian, satu diatas lainnya. Kemah V kini dihuni oleh enam orang. Malang tak bisa ditolak, ketika Norton menengok empat Sherpa yang ada di kemah dibawah, beberapa batu menggelinding dan melukai dua orang Sherpa dibagian mata dan kaki mereka. </span><span style="font-size:8pt;">Akibatnya, esok harinya seorang dari Sherpa yang terluka matanya terpaksa turun kebawah. Tinggal mereka berlima yang terus memanjat lebih tinggi. Cuaca saat itu sesungguhnya sangat bagus celakanya Somervell terserang gangguan kerongkongan sedang  Semchumbi, Sherpa yang kakinya terluka, pendakian saat itu terasa amat berat. Menjelang jam dua siang, Semchumbi nampaknya tak akan bisa mendaki lebih jauh lagi. Norton tak punya pilihan lain, ia segera mencari tempat untuk mendirikan kemah VI (8170m).</span>  <span style="font-size:8pt;"></span></p></blockquote>
<blockquote><p><span style="font-size:8pt;">Keesokan harinya cuaca tetap baik, dan angin bertiup semilir. Norton dan Somervell mecapai <i>Yellow Band</i> <span> </span>pukul 7.40. Namun kemajuan semakin menyakitkan dan kian lambat. Norton memperkirakan dia akan sanggup maju 20 langkah, nyatanya baru 13 langkah dia harus berhenti dan terengah-engah menghirup udara yang tipis. Setiap lima atau sepuluh menit bergerak mereka harus beristirahat beberapa menit.</span></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-indent:21.3pt;"><span style="font-size:8pt;">Kerongkongan Somervell kian terasa mencekik. Udara yang tipis, dingin dan kering membuat batuk yang teramat menyakitkan yang menghabiskan tenaganya, Norton pun tak lebih baik, Setelah mendaki lebih dari 300 meter dia mulai terganggu pandangan ganda. Kaca mata saljunya memang sudah tak dipakainya karena saat itu mereka mendaki dinding karang yang hitam, akibatnya  matanya berangsur lelah, sehingga dia merasa sulit untuk menjejakan kakinya ditempat yang aman.</span><span style="font-size:8pt;">Melewati bagian yang mudah di Yellow Band mereka berputar ke dinding bagian utara, hanya 200 m dibawah punggungan yang akan memebawa mereka kepuncak, lewat tengah hari mereka sudah berada dekat di kaki puncak bagian atas Everest. Saat itu Somervell merasa kerongkongannya kian sakit dan meminta supaya Norton maju sendirian.</span></p>
</blockquote>
</div>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/rakha06.wordpress.com/7/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/rakha06.wordpress.com/7/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/rakha06.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/rakha06.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/rakha06.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/rakha06.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/rakha06.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/rakha06.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/rakha06.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/rakha06.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/rakha06.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/rakha06.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/rakha06.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/rakha06.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/rakha06.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/rakha06.wordpress.com/7/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rakha06.wordpress.com&amp;blog=2488233&amp;post=7&amp;subd=rakha06&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rakha06.wordpress.com/2008/01/11/upaya-merintis-titik-tertinggi-bumi-bag2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/33e1922f32f32514eb9652d71b0a3393?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">bug02b</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Upaya merintis Titik tertinggi Bumi [bag1]</title>
		<link>http://rakha06.wordpress.com/2008/01/10/5/</link>
		<comments>http://rakha06.wordpress.com/2008/01/10/5/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 10 Jan 2008 13:02:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>bug02b</dc:creator>
				<category><![CDATA[Mountainering]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rakha06.wordpress.com/2008/01/10/5/</guid>
		<description><![CDATA[Upaya untuk mencapai titik tertinggi di bumi memang tak mudah. Sejak team ekspedisi Inggris memulai pendakian di tahun 1921, lebih tiga dasawarsa kemudian baru puncak itu baru bisa dikalahkan. Saat sekarang pun, mesti peralatan lebih mendukung. Usaha untuk mencapai ke puncak tetap perjuangan. Merintis tebing salju yang penuh jebakan, atau bermalam dalam tenda darurat di [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rakha06.wordpress.com&amp;blog=2488233&amp;post=5&amp;subd=rakha06&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<blockquote>
<div align="left">
<address><font color="#c0c0c0"><span style="font-size:8pt;">Upaya untuk mencapai titik tertinggi di bumi memang tak mudah. Sejak team ekspedisi Inggris memulai pendakian di tahun 1921, lebih tiga dasawarsa kemudian baru puncak itu baru bisa dikalahkan. Saat sekarang pun, mesti peralatan lebih mendukung. Usaha untuk mencapai ke puncak tetap perjuangan. Merintis tebing salju yang penuh jebakan, atau bermalam dalam tenda darurat di udara yang dingin&#8230;.</span></font><span id="more-5"></span><i><span style="font-size:9pt;"></span></i></address>
</div>
</blockquote>
<blockquote><address> </address>
</blockquote>
<div align="right">
<address><i><span style="font-size:8pt;">OBTERAS LONDON–MALLORY IRVINE NOVE REMAINDER ALCEDO–NORTON RONGBUK.</span></i><b><i><span style="font-size:9pt;"></span></i></b></address>
</div>
<blockquote>
<div align="left"></div>
</blockquote>
<p><b><i><span style="font-size:9pt;"></span></i></b></p>
<div align="left">
<blockquote><p><b><i><span style="font-size:8pt;"> </span></i></b><span style="font-size:9pt;">Demikian bunyi telegram sandi yang dikirim tim ekspedisi Everest Inggris tahun 1924 ke London. Norton selaku komandan ekspedisi mengabarkan bahwa <i><b>Mallory</b></i> dan <i><b>Irvine</b></i> gugur dalam usaha mereka mencapai puncak tertinggi di dunia.</span></p></blockquote>
</div>
<div align="left">
<blockquote><p><span style="font-size:8pt;"></span>Kematian kedua orang itu memang meninggalkan banyak sekali kemungkinan tentang puncak “Ibu Dewi Bumi” seperti yang disebut oleh penduduk asli yang bermukim disekitarnya. Banyak diantaranya bahkan masih diperdebatkan sampai sekarang. Mereka gugur sebelum sampai dipuncak atau sewaktu kembali dari puncak.<span style="font-size:8pt;"></span></p></blockquote>
</div>
<div align="left">
<blockquote><p><span style="font-size:8pt;"><span></span>Mallory dan Irvine memang bukan tumbal pertama dalam usaha manusia untuk berdiri dipuncak itu. Pada ekspedisi pertama Inggris (1921) <i>Dr.A.M Kellas</i> dan seorang pengangkut barang tidak bisa kembali pulang. Ekspedisi berikutnya (1922), tujuh orang Sherpa meninggal karena longsoran salju. Somervell yang selamat dari mala petaka itu melukiskan perasaannya  “kenapa hanya para Sherpa yang meninggal dan tak seorang Inggris pun ikut merasakan penderitaan itu? Saya akan merasa gembira jika saat itu ikut terbaring dan gugur dipelukan salju untuk menunjukan bahwa kita juga merasakan kehilangan, kita juga harus membagi resiko yang ada”.</span></p></blockquote>
</div>
<p><span style="font-size:8pt;"><b>Ibu Dewi Bumi</b></span></p>
<blockquote>
<p align="left"><span style="font-size:8pt;"><span></span>Everest adalah nama yang diberikan untuk mengenang Sir George Everest, orang Inggris yang banyak berjasa dalam melakukan kegiatan pemetaan di anak benua India. Pemerintah Nepal secara resmi menamakannya <i><span style="text-transform:uppercase;">Sagar Matha</span>,</i> yang berarti Dewi Dunia. Sementara masyarakat Tibet yang hidup di sebelah utara gunung itu menyebutnya <i>CHOMOLUNGNA,</i> Ibu Dewi Bumi</span></p>
<p align="left"><span style="font-size:8pt;"><span></span>Dari sebutan yang munucul diantara masyarakat yang hidup disekitar Gunung itu, jelas terbesit kesan agung dan hebat yang terasa demikian sakral. Sir Younghousband yang mengunjungi daerah itu diawal abad 20 menyebutnya sebagai raja diantara gunung lainnya dengan tinggi 8848 m, puncak Everest bagai menggapai langit.</span></p>
</blockquote>
<div align="left">
<blockquote><p><span style="font-size:8pt;">Sebuah puncak tertinggi debelahan barat bumi, Aconcagua (6960m) ditambah puncak tertinggi di Inggris, Ben Nevis masih 610m lebih rendah dibawah puncak Everest.</span></p></blockquote>
</div>
<div align="left">
<blockquote><p><span></span><span style="font-size:8pt;">Pengakuan Ibu Dewi Bumi itu mulai dikejar para penjelajah sejak awal abad ke-20. Ditahun 1885 Clinton Dent menulis, &#8220;menurut pendapat saya, sejauh daya tahan manusia di perhtungkan, rasanya tak mengejutkan mendengar seseorang berhasil melangkah dipuncak Everest&#8221;. </span></p></blockquote>
</div>
<div align="left">
<blockquote>
<div align="left">    <span style="font-size:8pt;"><span></span>Suatu kepercayaan diri yang amat besar dan itu nampaknya diperlukan untuk menjawab. &#8220;<i>Mungkinkah Everest didaki</i>&#8220;? pertanyaan seperti itu memang semakin menggumpal di masyarakat pendaki di Inggris sejak beberapa penjelajahan ke Himalaya berhasil menabah rekor titik titik, ketinggian yang berhasil didaki. Martin Conwan ditahun 1892 sudah berhasil menundukan <i>Pioneer Peak</i> (6688 m), yang semakin membuat penasaran para penjelajah untuk menaklukan yang tertinggi.</span><span style="font-size:8pt;"> Namun kenyataan yang ada memperlihatkan baru pada tahun 1921 bisa dilaksanakan suatu ekspedisi ke Everest sebuah nama yang kemudian jadi legenda sudah ikut dalam ekspedisi itu. <i>George Legih Mallory</i> dialah yang disaat itu memimpin eksplorasi mencari lintasan yang memungkinkan untuk dipanjat, demikian luas dan sulit, daerah yang harus mereka jelajahi, udara yang dingin dan tipisnya oksigen, ditambah lagi terpaan angin, membuat Mallory berpikir &#8220;<i>kami bagai melangkah keluar dari peta</i>&#8220;. Dalam usaha yang pertama ini para Sherpa (penduduk asli di sekitar Everest), sudah memperlihatkan katangguhan mereka dengan cepat mereka belajar cara menghadapi lintasan salju dengan menggunakan kapak es dan tali pengaman. Catatan harian Bullock anggota tim ekspedisi saat itu, menggambarkan kekaguman mereka meskipun mereka bertubuh ramping, tapi nyatanya amat aktif dan kuat, otot-ototnya padat, saya kagum. Berapa lama mereka bisa bertahan seperti itu.</span><br />
<span style="font-size:8pt;"></span></div>
<p><span style="font-size:8pt;"> Tim ekspedisi itu berhasil mempelajari Gletser dan celah dipunggung gunung yang terdekat disebelah utara. Mereka menjelajahi Glester Rongbuk, Mallory sendiri mendaki puncak Ri-ng (6858 m) yang dinamakannya puncak <i>Kellas</i>, untuk mengenang rekannya yang gugur di Kampa Dzong. Celah lakpa berhasil mereka lalui, dan dengan sendirinya mereka memperoleh data tentang Gletser<span>  </span>Kharta.<br />
Demikian juga halnya dengan Gletser Kangshung merupakan alas dari dinding Everest, mereka jelajahi dan selidiki. Mengenai dinding timur itu Mallori berpendapat ”Diperlukan, tapi masih harus di pertimbangkan,” <span> </span>catatnya. “Untuk mengambil kesimpulan dalam waktu singkat, orang lain yang kurang bijaksana mungkin akan memilih lintasan ini. Tapi perlu di tegaskan, lintasan itu bukan untuik kami”. <span> </span>Mallori memang betul, lintasan itu baru di lewati oleh pendaki Amerika 62 tahun kemudian. </span></p></blockquote>
</div>
<p class="MsoBodyText" style="line-height:150%;" align="left"><span style="font-size:8pt;"> </span><b><span style="font-size:8pt;line-height:150%;">USAHA PERTAMA KE PUNCAK</span></b><span style="font-size:9pt;line-height:150%;"></span></p>
<div align="left">
<blockquote>
<p class="MsoBodyText" style="text-indent:21.3pt;"><span style="font-size:8pt;">Usaha pertama untuk mencapai puncak Everest baru di lakukan pada ekspedisi tahun 1922. Di pimpin oleh Brigjen C.G Bruce dengan wakil Letkol E.L. Strutt. Separuh dari anggota tim yang ikut memang orang-orang militer.<br />
Kemah pangkalan didirikan di ujung Gletser Rongbuk. Dari sanalah mereka berjuang untuk mendirikan kemah demi kemah. Kemah pertama didirikan lima kilo meter dari kemah pangkalan dengan ketinggian 5425 m. lintasan terus dibuka dengan barang barang di angkut semakin tinggi. Kemah II berdiri di ketinggian 6035 m di daerah ini Gletser semakin sulit di lalui karena adanya <i>penitentes</i> bongkahan besar es mencuat bagai gigi ikan hiu. Namun nyatanya mereka berhasil mendirikan kemah III 12 km di atas kemah pangkalan pada ketinggian 6400 m.<br />
Mallory dan Somervell yang di persiapkan mendobrak keatas segera menuju kemah III. Bersama seorang porter mereka berusaha mencari jalan ke North Cool, satu celah pelana di lereng Everest. Baru empat hari kemudian kemah IV di North Cool (7010m) Bisa berdiri.</span>
</p>
<p class="MsoBodyText" style="text-indent:21.3pt;">&nbsp;</p>
</blockquote>
</div>
<div align="right">
<address><i><span style="font-size:8pt;">Untuk sampai di puncak di perlukan waktu berhari hari untuk membuka lintasan. Dalam saat saat seperti itu, badai salju sering datang memporak porandakan perkemahan.</span></i></address>
</div>
<div align="left">
<blockquote><p><span style="font-size:8pt;">Selanjutnya kemah V hanya bisa mereka dirikan pada ketinggian sekitar 7625 m. itupun setelah berusaha keras untuk memperoleh tempat agar bisa mendirikan tenda. Disanalah mereka bermalam, rekor kemah tertinggi saat itu.</span></p></blockquote>
<blockquote><p><span style="font-size:8pt;">Keesokan harinya, meskipun jari jemari mereka bagai membeku, perjuangan masih harus di lanjutkan. Bergerak dengan tali berpasangan Norton dengan Mallory, dan Morsead dengan Somervell. Tapi hanya sempat tersaruk saruk beberapa langkah. Morsead menyerah. “Saya pikir saya tidak kuat lagi”. <span> </span>Katanya terengah engah, “Saya hanya akan membuat kalian kembali”. </span>  <span style="font-size:8pt;">Ketiga pendaki lalu melanjutkan perjuangan mereka dengan susah payah. Setiap 20 atau 30 menit mereka harus berhenti untuk menarik napas. Menghisap oksigen untuk mendinginkan paru-paru yang rasanya megap-megap. Tim itu hanya bisa maju 122 m. tiap jam selanjutnya semakin lambat. Sementara puncak masih jauh di depan. Mereka bahkan sudah merasa tak mampu untuk mencapai punggungan timur laut.</span>  <span style="font-size:8pt;">Akhirnya semua sepakat untuk turun pada pukul 14.30 setelah mencapai ketinggian 8168 m, di sekitar mereka berkeliling puncak-puncak gunung yang menjadi tetangga Everest, seperti <i>cangtse, Pumori dan hanya Cho’ Oyu</i> yang puncaknya lebih tinggi dari tempat mereka berdiri.</span></p></blockquote>
</div>
<blockquote>
<div align="left">
<address> </address>
</div>
</blockquote>
<blockquote>
<p class="MsoBodyText" style="text-indent:21.3pt;">&nbsp;</p>
</blockquote>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/rakha06.wordpress.com/5/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/rakha06.wordpress.com/5/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/rakha06.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/rakha06.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/rakha06.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/rakha06.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/rakha06.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/rakha06.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/rakha06.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/rakha06.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/rakha06.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/rakha06.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/rakha06.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/rakha06.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/rakha06.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/rakha06.wordpress.com/5/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rakha06.wordpress.com&amp;blog=2488233&amp;post=5&amp;subd=rakha06&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rakha06.wordpress.com/2008/01/10/5/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/33e1922f32f32514eb9652d71b0a3393?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">bug02b</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
